“tetapi harta ini kami punyai dalam
bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu
berasal dari Allah bukan dari diri kami.”
film Jackie Chan tentang perebutan mutiara. JC menghadiri pesta pernikahan
pamannya di US, pamannya ini memiliki supermarket, tetapi kemudian dijual
kepada satu wanita keturunan tionghoa juga. Pada suatu hari terjadi kekacauan
di supermarket ini, ada sekelompok preman yang menguntil, tetapi ketahuan dan
dihajar oleh JC. Karena merasa dipermalukan, mereka membalas dendam kepada JC.
Dihari berikutnya, di sudut kota yang lain, terjadi transaksi antara gangster,
sebut saja A dan B, kel. B menjual permata kepada A dengan jumlah yang banyak.
Masalahnya mulai terjadi ketika kel. A melakukan kecurangan, mereka tidak mau
kehilangan uang dan juga ingin mendapatkan permata tersebut, oleh karena itu
mereka menggunakan cara yang sangat licik, yakni membunuh kel. B. maka
terjadilah baku tembak di antara mereka, tetapi ternyata suasana tidak
menguntungkan untuk kel. B, sehingga mereka terdesak dan akhirnya ditembak
hingga mati, tetapi permatanya masih di tangan mereka. Kebenaran, ada salah
satu anggota preman yang nguntil tadi, ada di TKP, ketika ia melihat permata,
ia gelap mata dan mengambil permata tersebut. Singkat cerita, kel. A tidak
terima permatanya hilang, oleh karena itu mereka memburu satu preman ini dan
menyerang juga kelompoknya, seingga salah satu anggota preman mati dengan cara
dimasukkan ke dalam mesin penghancur kayu. Sedangkan satu anggota preman itu,
namanya Theo, berjuang juga untuk memiliki permata itu. Akhirnya memang menang
para preman dengan bantun JC dan permata itu diserahkan kepada polisi karena
ternyata itu adalah barang selundupan.
Betapa
berharganya permata itu sampai-sampai orang rela mengorbankan nyawa orang lain
dan mempertaruhkan nyawa diri sendiri untuk memiliki permata tersebut.
Pertanyaan saya, kita sendiri bagaimana memperlakukan barang berharga kita?
Ada
beberapa sikap:
- Menyimpannya
dengan sangat baik
- Merawatnya
(membersihkan)
- Menjaganya
- Menginvestasikannya agar bertambah
Teman-teman,
Tuhan juga memiliki harta yang sangat berharga seperti yang dituliskan dalam
firman Tuhan bagi kita hari ini. Dituliskan dan dijelaskan dalam 2 Korintus
4:1-6, bahwa harta yang sangat berharga itu adalah pekabaran tentang terang
Allah, yakni keselamatan kekal yang diberikan oleh Allah melalui anak-Nya,
Tuhan Yesus Kristus. Inilah harta yang sangat berharga itu, yakni Yesus
Kristus.
Seperti
barang berharga pada umumnya, harta yang Tuhan berikan ini sangat-sangat
berharga, tidak bisa sembarang untuk disia-siakan. Tuhan ingin kita
menyimpannya baik-baik, gimana caranya?
- Firman
yang sudah didengarkan, disimpan baik-baik didalam hati
- Direnungkan
- Dikerjakan
dalam kehidupan sehari-hari
- Bahkan
diinvestasikan – disharingkan dengan orang lain agar menghasilkan buah
yang banyak dan juga memberkati orang lain
Masalahnya
sekarang, harta yang sangat berharga itu disimpan dalam bejana tanah liat,
bukannya disimpan di safty box atau dipeti besi yang terkunci kuat, bukan,
tetapi justru disimpan dalam bejana tanah liat, satu tempat yang sangat rentan
untuk hancur, sangat-sangat rapuh.
Teman-teman
pernah membuat kerajinan dengan tanah liat? Nah, ada proseskan yang harus
dilalui untuk mendapat hasil yang maksimal.
- Memilih
bahan, tidak boleh mengandung pasir
- Membersihkan,
memisahkannya dari rumput ataupun kotoran
- Memadatkan,
agar tidak ada lagi rongga didalam tanah yang terisi oleh udara, sebab
udara dapat mengurangi kualitas tanah, sehingga ketika telah kering akan
retak bahkan pecah.
- Membentuk,
dengan atau tanpa alat
- Membakar/
menjemur
Proses
yang panjang inilah yang akhirnya menghasilkan bejana yang sangat indah bahkan
sangat bernilai/ mahal.
Teman-teman,
kita di tangan Allah bagai bejana yang dikerjakan penjunan. Kita mengalami
proses dalam hidup kita, kadang menyenangkan, tetapi mungkin lebih banyak yang
menyakitkan. Tetapi perlu kita ketahui bersama, semua proses yang kita lalui
itu bukan alasan untuk kita menyerah pada kenyataan tetapi justru harus menjadi
pecut yang menyemangati dan menguatkan hidup kita, membentuk kita menjadi
orang-orang yang terpakai dengan luar biasa, seperti bejana tanah liat yang
digunakan untuk menyimpan harta.
Kita
memang seperti bejana tanah liat, yang rapuh, bahkan sangat rapuh, gampang
rusak dan pecah, tetapi, kita sudah melalui proses yang sangat panjang sehingga
kita menjadi indah dan sangat berharga. Walaupun rapuh, Tuhan mau memakainya
untuk menyimpan harta-Nya, justru yang rapuh inilah yang Tuhan percayakan untuk
menyimpan harta-Nya yang sangat berharga itu. Tuhan tahu, justru karena kita
rapuh, kita mau dipakai agar dapat dibentuk dan kalaupun pecah, dapat dibentuk
kembali.
Itulah
kita di mata Tuhan, sangat rapuh sekaligus sangat berharga. Tuhan Yesus tahu,
kita, manusia gampang untuk berbuat dosa dan kesalahan, tetapi Tuhan terus
mempercayakan Injil-Nya kepada kita, supaya apa? Supaya kita terus bergantung
kepada-Nya, sehingga kita terus memperbaiki diri, menjauhi dosa dan berlari
menuju kesempurnaan dalam keserupaan dengan Allah.
Teman-teman,
orang yang tahu kelemahannya, pasti akan
mencari cara untuk mengatasi kelemahannya tersebut dan berusaha menemukan
kelebihannya. Benar ga? Tapi teman-teman, tidak ada orang yang benar-benar sempurna untuk mampu mengatasi dirinya
sendiri, benar lagi ga? Dan Tuhan tahu itu, sangat-sangat tahu dan oleh
karena itu, dalam kalimat selanjutnya dituliskan bahwa Tuhan memberikan kekuatan yang melimpah-limpah kepada bejana-Nya,
orang-orang yang dititipkan Injil, kasih Allah di dalam dirinya. Supaya apa?
Supaya nyata itu semua adalah perbuatan Tuhan. Dan ketika kita menyadari hal
ini, maka pasti sepenuhnya kita berserah dan bergantung kepada Allah, karena
kita lemah dan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Allah.
Oleh
karena kita tidak ada apa-apanya, teman-teman, maka jangan timbul kesombangan
dalam diri kita karena kita lahir di tengah keluarga yang kaya, dikaruniai otak
yang encer, paras yang menawan dsb, karena itu tidak ada apa-apa, karena kita
semua sama, hanyalah tanah liat yang sama-sama dibentuk oleh tangan Allah.
Atau
jangan kita berkecil hati bahkan rendah diri ketika kita dilahirkan di keluarga
yang cukup bahkan kekurangan, atau kita dianggap tidak ada oleh semua orang,
atau dihina atau dikucilkan karena keberadaan kita, atau hal-hal lainnya yang
sangat menyakitkan, karena kita adalah tanah liat yang telah dijadikan bejana
oleh Allah, dibentuk dengan sangat indah dan dijadikan berharga di mata Tuhan,
bahkan dititipkan harta-Nya yang sangat berharga, Injil itu, dititipkan kepada
kita, kepada kamu dan juga saya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar